Capek! Iya, capek. Disaat ia berkata, 'Kerumah ya' senyum lebar mengembang di bibir gue, muka berseri membayangkan betapa seru nya ketololan kami bila telah bertemu. Tapi, selalu saja ia datang disaat hri mulai berganti. Dan gue dengan setia menunggu kedatangan nya.
Kenapa second option? Karena ia akan kerumah bila ia sedang ada urusan diluar dan berfikiran, 'sekalian main ah' tidak pernah berniat dari awal ingin bertemu, selalu saja menjadi second option, dengan kata lain, adalah cadangan.
Hingga akhirnya pada suatu malam, gue tertidur tak dapat menahan kntuk, ia kerumah dan merasa kesal karena tidak aja jawaban dari si empu rumah. Yap, dia marah.