Sabtu, 27 Oktober 2012

Ia sibuk mematut diri di depan cermin persegi berukuran 15 x 15 centimeter. Sebelah tangan memegang cermin, dan sebelahnya lagi meraba perlahan permukaan wajahnya. Lama, lama sekali ia termenung menatap pantulan yang terlihat dari cermin. Mengutuk pelan jerawat yang bermunculan dan warna kulitnya yang gelap. Satu yang selalu ia sadari, ia tidak cantik, juga tidak manis. Ia merasa rendah diri tiap mengingat hal terbut. Minder, mungkin minder merupakan kata yang tepat untuk nya.
'Iya, aku minder' jawab nya lirih, terdengar getir dan bergetar, 'aku tidak secantik kawan kawan ku' lanjutnya.
Banyak hal yang berkecamuk didalam pikiran nya, hal yang hanya dapat berputar putar didalam kepalanya tanpa dapat ia ungkapkan.
'Jaman sekarang, baik doang itu nggak cukup, ujung ujungnya juga harus cantik' serunya. Lagi lagi terdengar nada rendah diri dari suaranya.
'Aku tidak memiliki apapun, apa yang bisa ku banggakan?' lanjut suara lirik tak percaya diri itu masih sambil menatap crmin di depan nya.
'Aku ingin menjadi cantik, aku ingin dia dengan bangga menggandengku, maksudku, bukan nya dia tidak senang dengan rupaku sekarang, akan tetapi, bilasaja aku lebih cantik, mungkin dia akan lebih senang'
'Tapi, bukankah lebih bahagia bila seseorang mencintaimu apa adanya? suara sumbang di pikiran nya berseru.
Ia terdiam, termangu akan pikiran nya yang telah melayang layang. Cukup sudah.
Lelah dengan keluh kesah tak berujung, di singkirkan lah cermin itu dari hadapan nya. Tanpa cermin itu, kepercayaan dirinya mulai terkumpul, tanpa harus mengingat semua yang telah iya keluhan, terkadang ia tak peduli, saat tak berhadapan dengan cermin itulah ketidak kepedulian nya muncul.
Ia pun kembali kepada realita yang terhampar didepan nya.

Sabtu, 05 Mei 2012

Second Option

Selalu. Iya, selalu jadi second option bagi nya, sedangkan dia selalu jadi yang 'first' di dalam skala prioritas gue. Gue lagi mau berkeluh kesah, entah kepada siapa, hingga akhirnya blog ini lah yang menjadi sasaran empuk bagi kekesalan gue.
Capek! Iya, capek. Disaat ia berkata, 'Kerumah ya' senyum lebar mengembang di bibir gue, muka berseri membayangkan betapa seru nya ketololan kami bila telah bertemu. Tapi, selalu saja ia datang disaat hri mulai berganti. Dan gue dengan setia menunggu kedatangan nya.
Kenapa second option? Karena ia akan kerumah bila ia sedang ada urusan diluar dan berfikiran, 'sekalian main ah' tidak pernah berniat dari awal ingin bertemu, selalu saja menjadi second option, dengan kata lain, adalah cadangan.
Hingga akhirnya pada suatu malam, gue tertidur tak dapat menahan kntuk, ia kerumah dan merasa kesal karena tidak aja jawaban dari si empu rumah. Yap, dia marah.

Kamis, 19 April 2012

Aku melakukan suatu kesalahan terbesar. Iya sangat besar, sehingga membuatku lemah. Aku lemah dan mengalah. Hanya bisa tersenyum kecut melihat semuanya berjalan seperti ini. Menyesali dan menikmati kesalahan yang telah terjadi. Gampang saja orang berkata 'Nasi telah menjadi bubur' tapi apakah menghadapi ini segampang 'Nasi telah menjadi bubur'?
Ngomong ngomong, apakah jatuh cinta dan mencintai itu salah? Iya kesalahan yang ku maksud adalah aku telah jatuh cinta. Memang tidak salah, hanya saja....... Ah aku bingung menjelaskan nya disini.
Kalian bisa menjugde ku adalah seorang yang munafik, pendusta, atau orang yg telah menjilat ludahnya sendiri. Terserah kalian. Aku sendiri merasa seorang pembual besar. Aku belum siap menceritakan nya di blog yang tidak seberapa ini. Aku belum siap mempermalukan diri sendiri, tapi aku belum lega. Aku ingin menceritakan hal ini kepada seseorang yang dapat ku percaya, tapi siapa? Dengan egois aku membuang sahabatku, dengan hati perih sahabatku meninggalkan ku. Aku lemah, aku benci telah merelakan hatiku untuk mencintainya.

A.F

Kamis, 29 Desember 2011

Poem 1

Aku selalu suka hujan di bulan Desember.

Di iringi suara merdu dari rintik hujan.
Menemani detik demi detik yang berlalu
Melahirkan berbagai kenangan

Mengenang..
Susah..
Pusing..
Sudah. Aku Capek.

Aku membenci hujan di bulan Desember

Suara, aroma, dingin yang menjalar.
Langit yang gelap.
Senyap. Hanya suara ribuan air yang terjun bebas ke bumi
Di ruang hampa aku kembali mengenang.

Aku benar benar benci bahwa aku menyukai hujan di bulan Desember

Kenangan kembali menguasai
Ingin berhenti tapi tak ingin
Ingin melupakan tapi tak lupa
Entah apa yang ada dipikiranku
Hanya hujan ini, yang mengundang segala nya

Esensi di setiap rintik
Kenangan membuncah, meluap dan aku hanya diam
Terlarut . Aku larut dalam kenangan
Aku sudah terlalu jauh dalam kenangan
Hujan ini, rintik ini, suara ini, aroma ini. Aku tenggelam.
Sesak, aku ingin bebas.

Aku merindukan kehangatan di musim panas.








Inspired by Efek Rumah Kaca - Desember

Selasa, 27 Desember 2011

UAS!! You killing me softly

Gue lagi semangat semangatnya nyampah di blog ga seberapa ini, udah sempet beberapa saat debuan karna ga tersentuh dan terjamah, akhirnya mulai berkicau lagi disini.
Sebentar lagi gue UAS. Ujian Asal Salin. Ujian Akhir Santai. Ujian Akhir Selow.
Mendekati ujian tugas pun menumpuk. Sebenernya sih ga numpuk juga, cuma ada satu tugas kuliah yaitu Hukum Perdata Dagang. Dari namanya aja udah bikin males. Tugasnya di haruskan membuat sebuah makalah yang membahas mengenai kasus perdata dan di analisis. Hell-oww seinget gue, jurusan gue sekertaris, kenapa di haruskan menempuh matakuliah seribet ini sih? Kalo di telusuri lebih teliti lagi, sebenernya tugas ini udah dari awal semester di kasihnya, dan kalo aja gue punya rasa rajin sedikit lebih banyak di banding rasa males gue yang udah membludak, mungkin tugas ini gak keteteran dan di kejar deadline ini.
Minggu depan udah harus ngumpulin makalah ini dan sampe detik gue nulis post ini, belom sedikitpun gue kerjain. Ya wajar ajasih kalo jadinya begini.

UAS!! You killing me softly.
Sebenernya gue termasuk mahasiswa yang santainya kebangetan bahkan di detik detik menjelang uas gini. Semua matkul gue teori yang bisa di hapal, tanpa ada hitungan. Ya walaupun materinya ga sedikit dan ga gampang buat di hapalin dengan menggunakan sistem kebut selamen. Tapi ada satu matkul yang menurut gue sangat horor. Apalagi sih yang jadi musuh gue kao bukan Etika dan Pengembangan Pribadi.
Bagi yang pernah baca post gue sebelum sebelum nya dan entahlah ada yang baca apa engga blog gue ini selain temen temen gue yang gue paksa secara gak manusiawi, gue pernah ngepost tentang betapa ribetnya matakuliah ini karena berbanding 180 derajad dengan kepribadian gue. Dan di UAS ini, matkul super ini kembali membuat gue ribet dan tambah males. Bagi sebagian besar cewe normal, matakuliah ini mungkin sangatlah menyenangkan karena isinya cuma dandan dan bergaya, tapi buat gue, itu melebihi nightmare.

UAS etika ini bakalan berlangsung pada tanggal 2 Januari 2012. Uasnya gampang banget dan lagi lagi gue ingatkan maksudnya gampang buat sebagian cewe cewe gemar bersolek. Kenapa gue bisa bilang gampang? Soalnya ujian nya cuma jalan bak model di catwalk dengan sepatu higheels dan dandanan ala sekertaris cantik, berpose, jalan naik turun tangga dan bahkan ada track yang agak turunan, terus di lanjutkan dengan pemeriksaan kuku yang harus rapi dan bersih tak lupa di polesi dengan kuteks, tahap terakhir adalah perform. Perform itu sendiri bisa di pilih mulai acting, nyanyi, jumpalitan, guling gulingan atau mungkin kayang dengan kaki satu terserah mahasiswi nya aja.

Gue sebagai stu satunya mahasiswi di kelas yang GAK BISA jalan menggunakan high heels dengan amat sangat sadar diri mulai latihan dari jauh jauh hari. Latihan naik turun tangga dengan sepatu yang sesungguhnya sangat menyiksa. Dalam beberapa hari gue udah mulai lancar walaupun masih kayak robot. Tapi ga ada robot seanggun gue. Oke ngaco.

Hari ini, Selasa tanggal 27 Desember adalah gladi resik uas. Baru tau uas ada gladi resik nya, macam acara pementasan aja.
Dengan rasa percaya diri yang tinggi dan ngerasa udah expert dalam hal jalan-dengan-sepatu-hak-tinggi-yang-sangat-menyiksa itu, gue pun memulai gladi resik. Dan ternyata, gue baru tau ada track turunan sedangkan gue ga latihan. Alhasil, gue jalan dengan kaku dan gabisa mengontrol kaki gue, gue gabisa ngerem dan gatau gimana berentiin kaki gue yang udah ngebut. Oke inilah awal dari tamatnya riwayat gue.
Masih untung gue ga merubuhkan, merusak atau bahkan meyakiti sesuatu seseorang seekor apapun.
Fix bikin mood berantakan. Sebego itukah gue dalam hal yang berhubungan dengan wanita dan kecantikan?

Mungkin judul postingan kali ini lebih cocok, 'Kisah Sedih di Gladi Resik yang Suram' atau mungkin 'Kisah Seorang Gadis Cantik yang Kurang Lihai Dalam Berdandan dan Menggunakan High Heels' dan judul itu sangatlah kepanjangan.

Di sela sela ngetik post ini gue masih kepikiran tugas makalah. Iya cuma kepikiran, ga dikerjain. Dan gue tambah bingung dan gatau harus memulai darimana.

Sekian aja deh -_-

Senin, 26 Desember 2011

Demi Layar Tancep

Yang baca blog ini pasti komen, "Ngomongin Demi Ucok mulu sih lo Nis"
Ah tapi bodo amatan, emang bakal ada yang baca? hahahaha

Di post gue kali ini mau ngebahas detail ttg layar tancepan nya Demi Ucok. Pada tau kan apa iitu layar tancep? Iya pasti pada tau, tapi supaya post gue terlihat lebih panjang dan bermutu gue jelasin sedikit tentang layar tancep itu sendiri.

Layar tancep sama biskop sebenernya hampir sama dan kemungkinan layar tancep adalah cikal bakal dari bioskop itu sendiri. Biasa di adakan di lapangan atau di tempat luas yang outdoor. Ada layar besar yang akan memutarkan film tersebut. Layar tancep yang pernah gue liat sih orang orangnya pada duduk lesehan tapi mungkin ada juga yang di sediain kursi. Akan tetapi, dengan perkembangan jaman dan tambah canggih nya era digital, mulai menurun lah pamor si layar tancep ini. Di tambah dengan kehadiran bisokop yang tempatnya nyaman, dengan kursi empuk dan makanan yang lebih high class di banding dengan layar tancep.

Nah itu penjelasan versi gue. Mohon maaf bila ada ke-ngaco-an di berbagai susunan kata dan lain nya haha.

Di soft launching film Demi ucok ini mengangkat tema layar tancepan bareng dengan cast and crew juga teman dekat dan orang orang beruntung yang dapet tiket melalui kuis.
Ini layar tancep gue yang pertama, yaaa mungkin termasuk golongan layar tancep yang modern kali ya soalnya semua suasana nya berbeda sekali dengan layar tancep yang pernah gue liat.
Lokasi di adakan nya sih tetap di perkampungan, di tengah kampung padat penduduk yang jalan nya penuh gang kecil, rumah satu dengan lain nya sangat mepet dan mungkin kalo lo lagi ngamuk sama pasangan bakal  jadi konsumsi umum dan kenapa pula gue kepikiran aja masalah beginian. Oke mulai ngelantur, back to topic. Di tengah perkampungan tersebut ada lapangan yang ga terlalu besar tapi cukup menampung banyak orang lah dan menurut info dari sang sutradara, Sammaria Simanjuntak, lokasi ini pernah di gunakan untuk shooting cin(T)a.

Memasuki lapangan, kita di sambut sama meja tamu dan daftar hadir, lumayan gue dapet souvenir nya. Suasana dingin karna abis ujan, Ada tenda yang didirikan dengan balon dan lampion di atasnya. Kursi ursi nya tertata rapi dan yang paling bikin gue bahagia adalah banyak jajanan gratis yang enak enak, gue sempet nyobain bubur ayam, batagor, sama nyicip nyicip jajanan temen sebelah gue karna gue rada males beranjak di kursi gue.
Screen gede dan proyektor nya udah siap, sayang sekali beribu sayang orang di depan gue badan nya tinggi dan kepala nya ga bisa diem jadi kenyamanan gue untuk nonton di hambat oleh orang ini. Tapi itu ga menyurutkan semangat nonton gue.
Di sana juga ada mural keren sebagai penunjuk jalan dan untuk berfoto. Ada tempat sampah yang di design unik dan karena ke-khilafan gue yang ga bawa kamera dan cuma ada kamera hape yang ga ada blitz nya jadi gue meluputkan semua moment itu. Padahal pengen pamer tentang suasana disana yang asik abis. Ya ada sisi baik nya juga sih gue ga bisa memamerkan foto foto disana, baru pamer lewat cerita aja temen temen gue pada teriak di kuping gue, sambil nyakar tangan gue dan berkata, "KENAPA GA NGAJAK GUE!!!!" dan itu cukup horor pemirsa.

Kayanya cuma dengan kata kata 'Acaranya menarik' sangat ga menggambarkan suasana disana. Ini acara soft launching film pertama yang gue datengin dan acaranya beda daripada yang lain. Berkesan.
Gue dateng sendiri dan rasa kesendirian itu ga berasa. Semua pemain dan crew nya ramah. Sayang acara yang seru itu selalu berasa sebentar. Jadi kayanya belum puas nikmatin eh acaranya udah mau selesai aja. Jam 10 malem acara selesai. Dan berahirlah layar tancep yang sangat memorable ini.

Demi Ucok
Demi Film
Demi Layar Tancep
Demi Bandung
Demi .....

See you

Minggu, 25 Desember 2011

10.000 CoPros Demi Ucok. Demi Film. Demi Segalanya deh

Demi Ucok.
A film by a mother
A daughter 
And 10000 CoPro




Apasih maksudnya 10000 CoPro itu? 

Jadi maksudnya gini, agar film Demi Ucok ini bisa masuk bioskop di butuhkan dana paling engga 1M. Jumlahnya ga dikit kan? Mahal juga ya ternyata hahaha
Nah, maka dari itu, di butuhkan lah 10000 orang yang akan menyumbangkan uang sebesar Rp 100.000,- untuk membantu film ini. Sebenernya mereka bisa aja nyari sponsor, tapi mungkin mau nyari cara yang lebih unik dan ga biasa maka di tempuhlah cara ini.

Bagi yang telah menyumbang kan uangnya, akan mendapat limited merchandise coPro Demi Ucok berupa Post It, Clapper sama Pouche Bag. Selain itu, nama kalian akan terpampang di poster film tersebut. Menarik kan? Ayo, jadi salah satu dari 10000 coPro. Lumayan kan dapet beberapa barang dan numpang eksis di poster film haha. 

Check this web out for more info demiapa.com