Sebentar lagi gue UAS. Ujian Asal Salin. Ujian Akhir Santai. Ujian Akhir Selow.
Mendekati ujian tugas pun menumpuk. Sebenernya sih ga numpuk juga, cuma ada satu tugas kuliah yaitu Hukum Perdata Dagang. Dari namanya aja udah bikin males. Tugasnya di haruskan membuat sebuah makalah yang membahas mengenai kasus perdata dan di analisis. Hell-oww seinget gue, jurusan gue sekertaris, kenapa di haruskan menempuh matakuliah seribet ini sih? Kalo di telusuri lebih teliti lagi, sebenernya tugas ini udah dari awal semester di kasihnya, dan kalo aja gue punya rasa rajin sedikit lebih banyak di banding rasa males gue yang udah membludak, mungkin tugas ini gak keteteran dan di kejar deadline ini.
Minggu depan udah harus ngumpulin makalah ini dan sampe detik gue nulis post ini, belom sedikitpun gue kerjain. Ya wajar ajasih kalo jadinya begini.
UAS!! You killing me softly.
Sebenernya gue termasuk mahasiswa yang santainya kebangetan bahkan di detik detik menjelang uas gini. Semua matkul gue teori yang bisa di hapal, tanpa ada hitungan. Ya walaupun materinya ga sedikit dan ga gampang buat di hapalin dengan menggunakan sistem kebut selamen. Tapi ada satu matkul yang menurut gue sangat horor. Apalagi sih yang jadi musuh gue kao bukan Etika dan Pengembangan Pribadi.
Bagi yang pernah baca post gue sebelum sebelum nya dan entahlah ada yang baca apa engga blog gue ini selain temen temen gue yang gue paksa secara gak manusiawi, gue pernah ngepost tentang betapa ribetnya matakuliah ini karena berbanding 180 derajad dengan kepribadian gue. Dan di UAS ini, matkul super ini kembali membuat gue ribet dan tambah males. Bagi sebagian besar cewe
UAS etika ini bakalan berlangsung pada tanggal 2 Januari 2012. Uasnya gampang banget dan lagi lagi gue ingatkan maksudnya gampang buat sebagian cewe cewe gemar bersolek. Kenapa gue bisa bilang gampang? Soalnya ujian nya cuma jalan bak model di catwalk dengan sepatu higheels dan dandanan ala sekertaris cantik, berpose, jalan naik turun tangga dan bahkan ada track yang agak turunan, terus di lanjutkan dengan pemeriksaan kuku yang harus rapi dan bersih tak lupa di polesi dengan kuteks, tahap terakhir adalah perform. Perform itu sendiri bisa di pilih mulai acting, nyanyi, jumpalitan, guling gulingan atau mungkin kayang dengan kaki satu terserah mahasiswi nya aja.
Gue sebagai stu satunya mahasiswi di kelas yang GAK BISA jalan menggunakan high heels dengan amat sangat sadar diri mulai latihan dari jauh jauh hari. Latihan naik turun tangga dengan sepatu yang sesungguhnya sangat menyiksa. Dalam beberapa hari gue udah mulai lancar walaupun masih kayak robot. Tapi ga ada robot seanggun gue. Oke ngaco.
Hari ini, Selasa tanggal 27 Desember adalah gladi resik uas. Baru tau uas ada gladi resik nya, macam acara pementasan aja.
Dengan rasa percaya diri yang tinggi dan ngerasa udah expert dalam hal jalan-dengan-sepatu-hak-tinggi-yang-sangat-menyiksa itu, gue pun memulai gladi resik. Dan ternyata, gue baru tau ada track turunan sedangkan gue ga latihan. Alhasil, gue jalan dengan kaku dan gabisa mengontrol kaki gue, gue gabisa ngerem dan gatau gimana berentiin kaki gue yang udah ngebut. Oke inilah awal dari tamatnya riwayat gue.
Masih untung gue ga merubuhkan, merusak atau bahkan meyakiti sesuatu seseorang seekor apapun.
Fix bikin mood berantakan. Sebego itukah gue dalam hal yang berhubungan dengan wanita dan kecantikan?
Mungkin judul postingan kali ini lebih cocok, 'Kisah Sedih di Gladi Resik yang Suram' atau mungkin 'Kisah Seorang Gadis Cantik yang Kurang Lihai Dalam Berdandan dan Menggunakan High Heels' dan judul itu sangatlah kepanjangan.
Di sela sela ngetik post ini gue masih kepikiran tugas makalah. Iya cuma kepikiran, ga dikerjain. Dan gue tambah bingung dan gatau harus memulai darimana.
Sekian aja deh -_-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar