Kamis, 29 Desember 2011

Poem 1

Aku selalu suka hujan di bulan Desember.

Di iringi suara merdu dari rintik hujan.
Menemani detik demi detik yang berlalu
Melahirkan berbagai kenangan

Mengenang..
Susah..
Pusing..
Sudah. Aku Capek.

Aku membenci hujan di bulan Desember

Suara, aroma, dingin yang menjalar.
Langit yang gelap.
Senyap. Hanya suara ribuan air yang terjun bebas ke bumi
Di ruang hampa aku kembali mengenang.

Aku benar benar benci bahwa aku menyukai hujan di bulan Desember

Kenangan kembali menguasai
Ingin berhenti tapi tak ingin
Ingin melupakan tapi tak lupa
Entah apa yang ada dipikiranku
Hanya hujan ini, yang mengundang segala nya

Esensi di setiap rintik
Kenangan membuncah, meluap dan aku hanya diam
Terlarut . Aku larut dalam kenangan
Aku sudah terlalu jauh dalam kenangan
Hujan ini, rintik ini, suara ini, aroma ini. Aku tenggelam.
Sesak, aku ingin bebas.

Aku merindukan kehangatan di musim panas.








Inspired by Efek Rumah Kaca - Desember

Selasa, 27 Desember 2011

UAS!! You killing me softly

Gue lagi semangat semangatnya nyampah di blog ga seberapa ini, udah sempet beberapa saat debuan karna ga tersentuh dan terjamah, akhirnya mulai berkicau lagi disini.
Sebentar lagi gue UAS. Ujian Asal Salin. Ujian Akhir Santai. Ujian Akhir Selow.
Mendekati ujian tugas pun menumpuk. Sebenernya sih ga numpuk juga, cuma ada satu tugas kuliah yaitu Hukum Perdata Dagang. Dari namanya aja udah bikin males. Tugasnya di haruskan membuat sebuah makalah yang membahas mengenai kasus perdata dan di analisis. Hell-oww seinget gue, jurusan gue sekertaris, kenapa di haruskan menempuh matakuliah seribet ini sih? Kalo di telusuri lebih teliti lagi, sebenernya tugas ini udah dari awal semester di kasihnya, dan kalo aja gue punya rasa rajin sedikit lebih banyak di banding rasa males gue yang udah membludak, mungkin tugas ini gak keteteran dan di kejar deadline ini.
Minggu depan udah harus ngumpulin makalah ini dan sampe detik gue nulis post ini, belom sedikitpun gue kerjain. Ya wajar ajasih kalo jadinya begini.

UAS!! You killing me softly.
Sebenernya gue termasuk mahasiswa yang santainya kebangetan bahkan di detik detik menjelang uas gini. Semua matkul gue teori yang bisa di hapal, tanpa ada hitungan. Ya walaupun materinya ga sedikit dan ga gampang buat di hapalin dengan menggunakan sistem kebut selamen. Tapi ada satu matkul yang menurut gue sangat horor. Apalagi sih yang jadi musuh gue kao bukan Etika dan Pengembangan Pribadi.
Bagi yang pernah baca post gue sebelum sebelum nya dan entahlah ada yang baca apa engga blog gue ini selain temen temen gue yang gue paksa secara gak manusiawi, gue pernah ngepost tentang betapa ribetnya matakuliah ini karena berbanding 180 derajad dengan kepribadian gue. Dan di UAS ini, matkul super ini kembali membuat gue ribet dan tambah males. Bagi sebagian besar cewe normal, matakuliah ini mungkin sangatlah menyenangkan karena isinya cuma dandan dan bergaya, tapi buat gue, itu melebihi nightmare.

UAS etika ini bakalan berlangsung pada tanggal 2 Januari 2012. Uasnya gampang banget dan lagi lagi gue ingatkan maksudnya gampang buat sebagian cewe cewe gemar bersolek. Kenapa gue bisa bilang gampang? Soalnya ujian nya cuma jalan bak model di catwalk dengan sepatu higheels dan dandanan ala sekertaris cantik, berpose, jalan naik turun tangga dan bahkan ada track yang agak turunan, terus di lanjutkan dengan pemeriksaan kuku yang harus rapi dan bersih tak lupa di polesi dengan kuteks, tahap terakhir adalah perform. Perform itu sendiri bisa di pilih mulai acting, nyanyi, jumpalitan, guling gulingan atau mungkin kayang dengan kaki satu terserah mahasiswi nya aja.

Gue sebagai stu satunya mahasiswi di kelas yang GAK BISA jalan menggunakan high heels dengan amat sangat sadar diri mulai latihan dari jauh jauh hari. Latihan naik turun tangga dengan sepatu yang sesungguhnya sangat menyiksa. Dalam beberapa hari gue udah mulai lancar walaupun masih kayak robot. Tapi ga ada robot seanggun gue. Oke ngaco.

Hari ini, Selasa tanggal 27 Desember adalah gladi resik uas. Baru tau uas ada gladi resik nya, macam acara pementasan aja.
Dengan rasa percaya diri yang tinggi dan ngerasa udah expert dalam hal jalan-dengan-sepatu-hak-tinggi-yang-sangat-menyiksa itu, gue pun memulai gladi resik. Dan ternyata, gue baru tau ada track turunan sedangkan gue ga latihan. Alhasil, gue jalan dengan kaku dan gabisa mengontrol kaki gue, gue gabisa ngerem dan gatau gimana berentiin kaki gue yang udah ngebut. Oke inilah awal dari tamatnya riwayat gue.
Masih untung gue ga merubuhkan, merusak atau bahkan meyakiti sesuatu seseorang seekor apapun.
Fix bikin mood berantakan. Sebego itukah gue dalam hal yang berhubungan dengan wanita dan kecantikan?

Mungkin judul postingan kali ini lebih cocok, 'Kisah Sedih di Gladi Resik yang Suram' atau mungkin 'Kisah Seorang Gadis Cantik yang Kurang Lihai Dalam Berdandan dan Menggunakan High Heels' dan judul itu sangatlah kepanjangan.

Di sela sela ngetik post ini gue masih kepikiran tugas makalah. Iya cuma kepikiran, ga dikerjain. Dan gue tambah bingung dan gatau harus memulai darimana.

Sekian aja deh -_-

Senin, 26 Desember 2011

Demi Layar Tancep

Yang baca blog ini pasti komen, "Ngomongin Demi Ucok mulu sih lo Nis"
Ah tapi bodo amatan, emang bakal ada yang baca? hahahaha

Di post gue kali ini mau ngebahas detail ttg layar tancepan nya Demi Ucok. Pada tau kan apa iitu layar tancep? Iya pasti pada tau, tapi supaya post gue terlihat lebih panjang dan bermutu gue jelasin sedikit tentang layar tancep itu sendiri.

Layar tancep sama biskop sebenernya hampir sama dan kemungkinan layar tancep adalah cikal bakal dari bioskop itu sendiri. Biasa di adakan di lapangan atau di tempat luas yang outdoor. Ada layar besar yang akan memutarkan film tersebut. Layar tancep yang pernah gue liat sih orang orangnya pada duduk lesehan tapi mungkin ada juga yang di sediain kursi. Akan tetapi, dengan perkembangan jaman dan tambah canggih nya era digital, mulai menurun lah pamor si layar tancep ini. Di tambah dengan kehadiran bisokop yang tempatnya nyaman, dengan kursi empuk dan makanan yang lebih high class di banding dengan layar tancep.

Nah itu penjelasan versi gue. Mohon maaf bila ada ke-ngaco-an di berbagai susunan kata dan lain nya haha.

Di soft launching film Demi ucok ini mengangkat tema layar tancepan bareng dengan cast and crew juga teman dekat dan orang orang beruntung yang dapet tiket melalui kuis.
Ini layar tancep gue yang pertama, yaaa mungkin termasuk golongan layar tancep yang modern kali ya soalnya semua suasana nya berbeda sekali dengan layar tancep yang pernah gue liat.
Lokasi di adakan nya sih tetap di perkampungan, di tengah kampung padat penduduk yang jalan nya penuh gang kecil, rumah satu dengan lain nya sangat mepet dan mungkin kalo lo lagi ngamuk sama pasangan bakal  jadi konsumsi umum dan kenapa pula gue kepikiran aja masalah beginian. Oke mulai ngelantur, back to topic. Di tengah perkampungan tersebut ada lapangan yang ga terlalu besar tapi cukup menampung banyak orang lah dan menurut info dari sang sutradara, Sammaria Simanjuntak, lokasi ini pernah di gunakan untuk shooting cin(T)a.

Memasuki lapangan, kita di sambut sama meja tamu dan daftar hadir, lumayan gue dapet souvenir nya. Suasana dingin karna abis ujan, Ada tenda yang didirikan dengan balon dan lampion di atasnya. Kursi ursi nya tertata rapi dan yang paling bikin gue bahagia adalah banyak jajanan gratis yang enak enak, gue sempet nyobain bubur ayam, batagor, sama nyicip nyicip jajanan temen sebelah gue karna gue rada males beranjak di kursi gue.
Screen gede dan proyektor nya udah siap, sayang sekali beribu sayang orang di depan gue badan nya tinggi dan kepala nya ga bisa diem jadi kenyamanan gue untuk nonton di hambat oleh orang ini. Tapi itu ga menyurutkan semangat nonton gue.
Di sana juga ada mural keren sebagai penunjuk jalan dan untuk berfoto. Ada tempat sampah yang di design unik dan karena ke-khilafan gue yang ga bawa kamera dan cuma ada kamera hape yang ga ada blitz nya jadi gue meluputkan semua moment itu. Padahal pengen pamer tentang suasana disana yang asik abis. Ya ada sisi baik nya juga sih gue ga bisa memamerkan foto foto disana, baru pamer lewat cerita aja temen temen gue pada teriak di kuping gue, sambil nyakar tangan gue dan berkata, "KENAPA GA NGAJAK GUE!!!!" dan itu cukup horor pemirsa.

Kayanya cuma dengan kata kata 'Acaranya menarik' sangat ga menggambarkan suasana disana. Ini acara soft launching film pertama yang gue datengin dan acaranya beda daripada yang lain. Berkesan.
Gue dateng sendiri dan rasa kesendirian itu ga berasa. Semua pemain dan crew nya ramah. Sayang acara yang seru itu selalu berasa sebentar. Jadi kayanya belum puas nikmatin eh acaranya udah mau selesai aja. Jam 10 malem acara selesai. Dan berahirlah layar tancep yang sangat memorable ini.

Demi Ucok
Demi Film
Demi Layar Tancep
Demi Bandung
Demi .....

See you

Minggu, 25 Desember 2011

10.000 CoPros Demi Ucok. Demi Film. Demi Segalanya deh

Demi Ucok.
A film by a mother
A daughter 
And 10000 CoPro




Apasih maksudnya 10000 CoPro itu? 

Jadi maksudnya gini, agar film Demi Ucok ini bisa masuk bioskop di butuhkan dana paling engga 1M. Jumlahnya ga dikit kan? Mahal juga ya ternyata hahaha
Nah, maka dari itu, di butuhkan lah 10000 orang yang akan menyumbangkan uang sebesar Rp 100.000,- untuk membantu film ini. Sebenernya mereka bisa aja nyari sponsor, tapi mungkin mau nyari cara yang lebih unik dan ga biasa maka di tempuhlah cara ini.

Bagi yang telah menyumbang kan uangnya, akan mendapat limited merchandise coPro Demi Ucok berupa Post It, Clapper sama Pouche Bag. Selain itu, nama kalian akan terpampang di poster film tersebut. Menarik kan? Ayo, jadi salah satu dari 10000 coPro. Lumayan kan dapet beberapa barang dan numpang eksis di poster film haha. 

Check this web out for more info demiapa.com

Soft Launching Demi Ucok

Iseng iseng berhadiah. Gue iseng ikut kuis di twitter yang di adain pihak @demiucokfilm untuk mendapatkan tiket 'layar tancep' Demi Ucok. Kuisnya kita di suruh kasih alasan kenapa lo pengen nonton film ini. Ya dengan alasan seadanya, gue mention ke @demiucokfilm kalo gue mau nonton film ini karena pengen ketemu @un2sunny atau pemeran utama dari film ini yaitu Sunny Soon. Dan ternyata gue menang dan dapet tiket nya!!!! Seneng bukan main, pas cek email ternyata udah ada email dari Sunny Soon ttg acara yang bakalan di adain tanggal 22 Desember ini di BANDUNG.


Yap gue langsung shock pas tau ternyata acaranya di bandung. Hopeless.
Emang sih tanggal 22 Des itu hari kamis dan gue libur, tapi besok nya hari Jumat dan kuliah full dari pagi. Nonton acara beginian di bandung pula, yakin tengah malem pun gue belom sampe rumah.
Bener bener 'Demi Ucok' bikin gue galau setengah mati. Di satu sisi gue amat sangat pengen untuk nonton, tapi di sisi lain, kalo gue nonton, pasti bakalan terlantar tengah malem.
Setelah semedi semaleman, gue memutuskan untuk nekat ikut dan ingin mengajak satu temen supaya ada temen nya. Ada temen nya kalo terlantar malem malem.
Pertama gue ngajak anak wabah di group bbm. Intinya pada ga bisa.
Kedua gue ngajak Mpit yang ternyata dia juga gabisa.
Kalo ibarat emoticon di bbm, hati gue bentuknya udah </3

Dengan tingkat kenekatan yang masih 50% akhirnya gue pergi sendirian.
Sesuai jadwal yang udah di tentukan, ngumpul di Hotel Kartika Chandra jam set3 karena jam 3 nya bis berangkat.
"Kartika Chandra? Dimana tuh? Ohhh di sebelah Planet Hollywood. Ke Planet Hollywood gimana caranya ya? Ke sana baru 5 kali. Dengan kemampuan menghapal jalan yang sangat minim, ke suatu tempat yang baru 5 kali adalah tantangan besar. Untuk menghapal jalan dari rumah ke sma gue aja butuh waktu setengah tahun. Apalagi ini????" *ceritanyya dialog yang berkecamuk di dalam otak*
Setelah nanya semua kerabat dan handai taulan, untuk mencapai Kartika Chandra tinggal naik kereta dan turun di cawang, lanjut lagi naik P6 bilang sama abangnya turun di Kartika Chandra. Oke gampang. Let's go lah.

Kamis, 22 Desember 2011

Berangkat dari rumah jam 12, naik kereta Commuter line turun di cawang. Sampe tahap ini perjalanan masih mulus. Keluar stasiun, nanya nanya sama tukang ojek dimana naik P6. Dan gue mendapat jawaban yang sangat mengejutkan dari si abang, "P6 kan udah ga ada Neng, kalo mau naik busway aja"
Busway? Noway!
Gue ga ngerti sama sekali naik busway. Setelah perdebatan dalam hati, gue memutuskan untuk naik ojek dengan biaya Rp 15.000,- Maklum, masih berjiwa mahasiswa banget, naik ojek lima belas ribu udah termasuk mahal.
Ngebut dan nyalip di cuaca terik bikin gue jadi PLTK. Iya pembangkit listrik tenaga keringat.
Setelah hampir banjir, sampe juga di kartika chandra. Nyampe disana, gue gatau harus kemana, ngumpulnya dimana dan gue udah sangat kepanasan.
Setelah sms ke pihak @demiucokfilm tentang kedatangan gue di tempat tersebut, gue mendapat balasan untuk nunggu di Hokben. Pas dapet sms itu gue lagi di kamarmandi. Keluar kamarmandi, jalan ke Hokben dan gue ngeliat Sunny Soon!! Ga tau mesti gimana, gue cuma bisa ngelewatin dia dengan muka bego + kepanasan + kucel + lecek. Oke iya emang muka gue begitu ga bisa di apa apain lagi -_-
Pengen negor, cuma...................
*ngebayangin adegan percakapan yang akan terjadi*

Ninis: Hai, Sunny Soon ya? ( muka ceria senyum 3 jari)
Sunny: Siapa lo? (muka curiga sambil megang dompet sama hape kenceng kenceng takut di jambret)

Yasudah, lupakan. Jalan terus ke Hokben, pura pura gatau.
Nyampe disana, cuma mesen minum. Eh bukan nya ga punya duit ya buat beli makan, tapi tadi udah makan dirumah. Bukan ga punya duit, cuma lagi tiris aja :')
Jam 3 gue balik ke tempat tadi ngeliat Sunny. Gue ga sendiri, gue sama Sarah salah satu orang beruntung yang dapet tiket soft launching juga.Disana udah rame dan keliatan nya mereka semua saling kenal. Yap itu artinya gue berasa anak tiri hahaha. Gue ga tau satupun dan kerjaan gue selama nunggu cuma bisa bengong. Bengong cantik. Iya sedikit hiperbola tapi yasudahlah *sewot sendiri*
Gue cuma sempet kenalan sama Fadil (semoga ga salah denger) dan dia juga sepertinya kenal sama semua orang disitu.
Oke bengong lagi sambil nunggu. Ngeliatin Sunny Soon yang lagi repot sendiri mondar mandir sambil nelfon. Ngeliatin orang orang yang asik ngobrol. Oia gue bengong nya sambil senyum, soalnya ada yang moto hahaha.
Jam 3 an berangkat. Hujan. Jalanan padat. Sampe bBandung jam 7an kayanya, ga meratiin jam.
Oia sebelumnya, gue udah mempersiapkan planning yang sangat cemerlang untuk trip gue kali ini. Rencananya, gue mau nginep di kosan salah satu sahabat gue yang kuliah di Bandung. Besok pagi pagi pulang naik bis langsung ngampus jadi gue bisa ikut kelas sampe malem. Terus pulang istirahat sampe senen.
Udah janjian sama Ica, sahabat gue itu. Dari siang udah BBMan dan tenanglah hidup gue. Merasa aman dan tentram.

Konsep soft launching Demi Ucok itu sendri mengambil tema layar tancep. Di adakan di pertengahan kampung padat penduduk. Di sebuah lapangan yang sudah di siapkan screen besar dan proyektor nya. Ada banyak jajanan yang disiapkan, seperti bataor, siomay, mie ayam sampe bubur ayam. Suasana nya asik, dan alhamdulillah hujan nya berenti karena acara tersebut outdoor.
Disana udah rame juga. Setelah jajan dan makan semua yang bisa di makan, film nya pun di putar. Gue ga bakal menceritakan gimana film nya karena lo semua harus nonton di bioskop yang insyaAllah tayang 4bulan lagi. Yang jelas sih film nya seru, kocak dengan komedi yang dikemas sedemikian rupa, bukan komedi pukul pukulan kepala dengan gabus loh yaa haha, dan ceritanya fresh, bukan bercerita tentang hantu hantu yang muncul tiap 2 menit sekali.
Selesai pemutaran film, ada bincang bincang sedikit sama sang sutradara yang sekaligus penulis dan produser, Sammaria Simanjuntak. Para casts nya, ada Geraldine Sianturi, Mak Gondut, sana Sunny Soon. Sayang Saira Jihan nya ga hadir.

Acara selesai jam 10 an. Dan di umumin kalo bis ke jakarta jalan jam set11.
Berniat menghubungi Ica, eeeeh ternyata handphone yang ngakunya smartphone tapi boros batre tersebut udah off. Muter muter nyari colokan semuanya di pake, mau nekat nyabut satu colokan ntar semua lampu mati yang ada gue di amuk massa. Akhirnya gue numpang ngecharge di rumah warga. Untung nya si ibu baik nya keterlaluan.
Hape udah nyala, ngabarin Ica dan ternyata Ica lagi sibuk ngurusin Caca, sabahat gue juga yang ternyata lagi sakit dan masuk rumah sakit. Ica nyuruh gue tunggu dulu, dia masih bingung jemput gue gimana. Oke gue ikutan bingung. Nunggu dimana? Ini udah jam berapa? Acaranya udah mau bubar. Gue sms si Sarah yang tadi barengan dari jakarta dan ternyata dia udah di bis.
Dengan langkah lunglai, hopeless, pasrah, di kampung orang, gatau jalan dan muka lecek selecek seribuan abang angkot, gue jalan pelan pelan ke tempat bis stand by. Lumayan jauh juga. Oke semangat!! Tapi tetep aja ga semangat kepikiran nasib yang entah gimana.

Di tengah jalan, tanpa di sangka, gue ketemu............ Sunny Soon!!
Sekarang pengen negor, walaupun dapet tanggepan, 'Siapa lo' seperti bayangan gue di awal tadi. Dan ternyata dia memberikan respon yang baik. Bukan baik lagi, tapi kelewat ramah.

Ninis  : Ka
Sunny: Hey Nis (eh aduh daya inget gue kacau, gue lupa apa dia inget nama gue atau engga hahaha. Yaudah                 anggep aja inget)
Ninis  : *dalem hati* Alhamdulillah dia ga kabur liat gue, mungkin kemiripan gue sama kuntilanak udah berkurang

Gue pun dengan sangat tidak beretika dan gatau malu, langsung curhat ke Ka Sunny nya kalo gue ga ikut ke Jakarta, dan gue berencana nginep di Bandung di kosan temen gue yang sekarang gabisa dihubungin. Dia pun ikutan bingung. Entah ikutan bingung dengan nasib gue atau bingung kenape bisa ketemu makhluk nyusain kaya gue di tengah jalan. Dia pun dengan ramahnya yang kelewatan itu ngajak gue balik ke tempat screening kali aja ada yang minat nampung gue. Kami pun jalan balik kesana, di sepanjang perjalanan banyak ketemu orang yang nyapa Ka Sunny. Gue invisible kok, tenang aja hahaha
Lumayan panjang obrolan kami. Gue ngefans sama dia dari jaman sma. Awalnya sih gara gara film cin(T)a itu. Cina Tuhan dan Annisa. Dengan tingkat imajinasi gue yang kelewat batas, gue menyama nyamakan kisah gue dengan film tersebut. Mantan gue ada yang orang batak dan mukanya cina, dia pun di panggilnya bacin atau batak cina. Dia beragama Advent dan gue Islam. Anyway, nama gue kan Annisa. Dan kita di pisahkan karena perbedaan. Oke udah cukup curhatnya, itu hanya permulaan dan dari situ gue suka sama akting Sunny dan Saira. Ya walaupun muka gue gabisa di samain sama Saira Jihan ya, kasian dia :")
Gue pun mengikuti perkembangan karier Sunny (Caelaaah hahaha) dan sampailah pada film Demi Ucok ini.
Kebayang dong gimana seneng nya gue bisa bertemu dengan salah satu orang yang gue kagumi, di tambah ternyata dia sangat ramah dan low profile. Beruntung gue bisa mengontrol diri dengan tidak teriak histeris, nyakar nyakar dan pingsan pas ketemu dia.

Tak lama, Ica pun memberi kabar, gue di suruh nunggu di depan kebun binatang dan dia udah di jalan menuju kebun binatang, gue berpamitan dengan ka Sunny dan dengan tulus pula gue minta maaf karena kerepotan gue semua jadi repot. Baru pertama kali ketemu, udah bikin orang ikutan bingung, itu first impression yang buruk sepertinya.

Sampai di depan kebun binatang, nunggu sebentar, FYI aja gue bukan monyet yang lepas, tenang aja, jinak kok, jomblo lagi. Eh hahaha. Ica pun datang, gue otw ke kosan ica dan berakhirlah soft lauching Demi Ucok yang benar benar demi film gue ke bandung. Thanks for all Cast and crew. Acaranya sangat sukses dan memorable banget. Semoa bakal ada screening lain nya dan kalau memungkinkan gue bakal ikut lagi haha.


Horas





Ini sedikit muka kucel lecek gue yang bersanding dengan Sunny Soon dan Geraldine Sianturi. Semoga mereka ga muntah atau mual mual abis di jepret bareng gue hahhaa