Selasa, 19 April 2011

Tulisan Menye - menye

Menunggu. Selalu
Bodoh. Memang.
 Mencoba, tapi tidak berusaha.
Percuma.

Munafik? Iya
Tapi tidak terlalu munafik hanya untuk mengakui perasaan.

Lemah. Cengeng.
Tolol? Iya
Tapi tidak terlalu tolol untuk mengetahui semuanya sia-sia

Menunggu atau mengganggu?
Aku tetap menunggu, ia merasa terganggu.

Risih. Lelah.
Kemudian ia bertambah jauh.
Ia risih dan lelah menghadapi ku
Tapi aku tidak risih dan tidak lelah.

Tetap menunggu? Iya, kata hatiku
Tetap menunggu? Tidak, kata logikaku
Sia-sia! iya, aku tau!
Cukup. Menyerah.

Akhirnya bendera putih itu ku kibarkan juga.
Berpaling. Menoleh.
Iya, aku mulai beranjak pergi menjauh
Jauh dan tak terlihat.


1 komentar:

  1. Terima kasih, Tuhan, atas keberanian yang Kau berikan kepadaku : Keberanian untuk memaafkan dan melepaskan masa lalu, serta keberanian untuk menemukan cinta yang baru . . . ^_^

    BalasHapus