Si monyet yang terlalu mengagumi si kucing hutan yang dingin selalu berusaha untuk bisa mengenalnya lebih jauh, berbagai hal di lakukan agar obsesi nya tercapai, yaitu memiliki si kucing hutan agar selalu berada di sisi nya. Tanpa memikirkan bagaimana perasaan si kucing hutan terhadap dirinya, ia tetap saja melancarkan berbagai macam aksi, sehingga akhirnya kucing hutan menerima tawaran si monyet untuk berjalan jalan santai di sekitar hutan sambil menikmati pemandangan.
Si monyet bukan main girang nya, ia melompat lompat dan memanjat pohon lalu bergelayut dari satu pohon ke pohon lain.
Hari yang di nanti telah tiba, hari dimana kucing hutan berjanji menemani si monyet untuk berjalan santai di sekitar hutan. Mereka mengobrol santai dan akhirnya melepas lelah di bawah sebuah pohon rindang sambil menikmati buah buahan yang ada di sekitar mereka. Hari yang sangat indah dan ternyata si kucing hutan juga menikmati kebersamaan mereka. Si monyet tersenyum bahagia.
Semenjak hari itu, kedekatan mereka semakin intim, monyet yang riang sering menghabiskan waktu dengan kucing hutan yang mulai melunak dari sikap nya yang dingin. Si monyet semakin bahagia
Dan tanpa di sadari, si monyet semakin menyayangi si kucing hutan. Bila seari saja tak bertemu dengan si kucing, hati nya akan gundah dan ia tak bisa tertawa riang seperti biasanya. Untuk mengatasi masalah hatinya, maka ia akan mencari cara agar dapat bertemu dengan si kucing hutan. Keegoisan pun mulai muncul di hati si monyet, dan itu merupakan kesalahan fatal yang sebenarnya sangat merugikan nya.
Tak terasa, hari demi hari berlalu, yang kemudian berganti minggu, bahkan berganti bulan, tepat delapan bulan sejak awal kedekatan si monyet dan si kucing hutan, si monyet yang semakin hari semakin menyayangi si kucing hutan menanyakan status hubungan mereka. Si kucing terdiam, dan hanya memandang mata si monyet dalam kesunyian. Keegoisan si monyet yang hanya memikirkan perasaan nya tanpa memikirkan perasaan si kucing hutan semakin menjadi, si kucing hutan pun hanya tersenyum dan berkata, "Maukah kau menjadi bagian dari hari hari ku?" Entah itu pernyataan tulus dari hati si kucing hutan, atau hanya perasaan kasihan yang menghinggapinya. Si monyet merasa semakin bahagia dan dengan senyum manis menghiasi wajahnya.
Tapi, kebersamaan itu tak berlangsung lama, hanya sekitar 37 hari mereka dalam ikatan resmi, si monyet menghancurkan segalanya. Ia melakukan kesalahan dengan tidak mempercayai omongan si kucing hutan yang berkata jujur, si monyet kalut dan meminta untuk berakhirnya hubungan itu, si kucing hutan sangat terkejut dan menolak untuk mengabulkan permintaan si monyet. Tetapi, si monyet tetap bersikeras pada pendirian nya. Dengan suara sangat dingin, si kucing hutan pun meng-iya-kan. Si monyet terdiam, hari nya kelabu.
Si monyet resah, ia berlari ke dalam hutan, ia berlari sekencang kencangnya dan tak pernah berhenti. Si monyet hanya bisa menangis dan termenung, butuh waktu hingga akhirnya ia menyadari kesalahan nya. Ia kembali berlari secepat mungkin, berlari ke kucing hutan untuk meminta maaf. Tapi apa daya, si kucing hutan telah menutup hati nya yang dingin untuk selama nya.
Si monyet berjalan gontai ke sebuah gua yang gelap, dengan penuh rasa penyesalan iya masuk ke dalam gua tersebut. Ia menyesal karena selalu menuruti ego nya, ia menyesal karena tak pernah mempercayai ucapan si kucing hutan dan ia sangat menyesal karena tak pernah bertanya bagaimana perasaan si kucing hutan terhadapnya. Apakah si kucing hutan pernah merasakan perasaan yang sama terhadapnya, ataukah hanya merasa kasihan terhadap seekor monyet riang yang selalu hidup dalam angan angan belaka. Si monyet tak pernah mengetahui nya hingga sekarang.
Bertahun tahun berdiam dalam gua yang gelap, ia tak pernah keluar dari persembunyian nya yang tenang tetapi menghanyutkan itu. Ia hanya diam termenung, entah apa yang akan di lakukan nya di kemudian hari, menunggu si kucing hutan yang tak akan pernah datang, atau menunggu monyet lain yang mungkin menemukan nya terdampar dia gua tersebut? Tidak ada yang tahu, yang jelas terlalu menyakitkan bagi si monyet untuk melihat si kucing hutan berdampingan dengan kucing betina lain nya berjalan menjajaki dunia yang pernah ia dan kucing hutan lalui di masa yang lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar