Si monyet kembali menorehkan sedikit serpihan kecil kisahnya. Hanya bagian kecil dari seluruh bab perjalanan dirinya. Dan yang pasti, bukan kisah cinta yang kini di ukirnya.
Banyak hal yang terjadi di dunianya, tentu saja banyak tawa yang selalu di harapkan nya untuk menghiasi hari hari nya. Si monyet mencoba berjalan melalui jalan yang baru. Menapaki bagian lain dari hutan rimba yang selama ini di huninya bersama keluarga dan para sahabatnya yang amat di cintainya.
Sedang asik berjalan tanpa arah yang tentu, tiba tiba ia bertemu dengan seekor monyet mungil. Awal nya tak ada yang menarik, hanya seekor monyet betina kecil yang sedang asik bercanda dengan pasangan nya. Sebuah acara perkenalan singkat dengan si monyet kecil juga tak sedikitpun menarik minat si monyet. Perkenalan yang di dasari oleh hubungan persahabatan antara si monyet dengan pasangan si monyet kecil.
Hari berlalu begitu cepat dan hari kembali mempertemukan si monyet dengan monyet kecil. Monyet kecil yang tak bisa diam, tapi supel. Monyet kecil yang riang menurut si monyet dalam pikiran nya yang menerawang. Dalam pertemuan singkat itu, dua ekor monyet tersebut saling berbagi cerita dan kisah. Dan banyak hal yang membuat si monyet terkejut. Bila di perhatikan, cukup banyak kemiripan di antara mereka. Kemiripan yang membuat suasana semakin mencair. Si monyet menyukai itu.
Bagaikan menemukan sebagian jiwa dan kepribadian nya berbaur dalam sebuah raga yang lain. Kemiripan dan kesamaan yang membuat si monyet nyaman untuk berbagi kisah dengan monyet kecil. Bagai menatap cermin tetapi sekaligus menatap sebuah cawan yang sangat berbeda. Si monyet tersenyum tipis.
Kemiripan yang lucu. Kemiripan yang tanpa di sengaja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar